Bagi kamu pecinta genre
Sci-Fi Space Exploration,
film ini kemungkinan besar sudah masuk dalam daftar pantau kamu. Adaptasi dari
novel karya Andy Weir (penulis
The Martian) ini mencoba
membawa kita kembali ke luar angkasa dengan taruhan yang sangat tinggi:
kepunahan umat manusia.
Kami di CodeRespawn telah
menontonnya, dan inilah ulasan lengkap Kami.
Heroisme Klasik dengan Eksekusi yang Segar
Konsep dunia yang berada di ambang kehancuran dan membutuhkan sosok "Hero"
jenius sebenarnya adalah formula klasik yang sudah sering kita lihat. Namun,
Project Hail Mary (PHM)
berhasil membawakannya dengan cukup sukses. Kamu akan diajak mengikuti
perjalanan Dr. Ryland Grace yang harus menggunakan kecerdasannya sebagai
saintis untuk memecahkan masalah yang nampak mustahil.
Alur Cepat dan Akting Brilian Ryan Gosling
Kami merasa fase awal cerita ini dibuat cukup cepat. Dengan penggunaan alur
maju-mundur (flashback),
PHM berhasil menjaga rasa penasaran penonton. Meski di beberapa bagian Kami
merasa detailnya bisa digali lebih dalam lagi, durasi film yang lebih dari 2
jam ini justru terasa kurang karena ceritanya yang sangat
engaging.
Satu hal yang pasti:
Ryan Gosling adalah nyawa dari film ini.
Sulit membayangkan karakter Dr. Grace dibawakan oleh aktor lain. Karisma dan
humor khas Gosling tersampaikan dengan sangat baik. Namun, ada sedikit catatan
dari Kami; unsur humornya terkadang terasa agak berlebihan (too much) dan terasa sedikit dipaksakan atau "soul-less" ketika disampaikan oleh
karakter pendukung lainnya, terutama mengingat latar belakang cerita yang
sangat kelam (kiamat).
Persahabatan Antar Galaksi: Grace dan Rocky
Puncak keasyikan film ini justru muncul saat cerita berfokus pada dinamika
antara
Dr. Grace dan Rocky,
alien berbentuk batu. Konsep pertemanan yang lahir karena menanggung nasib dan
tanggung jawab yang sama untuk menyelamatkan spesies masing-masing terasa
sangat menyentuh. Interaksi mereka bukan cuma soal bertahan hidup, tapi soal
koneksi yang melampaui perbedaan biologi.
Sains yang "Mind-Blowing" tapi Masuk Akal
Salah satu keunggulan PHM adalah bagaimana mereka menyuguhkan unsur sains.
Alih-alih membuat kamu pusing dengan istilah teknis yang absurd, sains di sini
disajikan dengan logika yang bisa diterima akal sehat. Kami dibuat terpukau
dengan bagaimana sains digunakan sebagai alat utama untuk menyelesaikan
masalah, bukan sekadar bumbu pemanis.
Perbandingannya dengan Interstellar
Sebagai penggemar berat
Interstellar, Kami tentu
tidak bisa menahan diri untuk membandingkan keduanya. Secara konsep, keduanya
mirip: dunia hancur dan manusia harus mencari solusi ke bintang-bintang.
Namun, harus Kami akui, secara cakupan dunia dan kompleksitas problematika,
Interstellar masih
berada di level yang berbeda. Dari segi cerita, kedalaman dunia, hingga musik
ikonik Hans Zimmer yang belum terkalahkan,
Interstellar tetap
menjadi top-tier di
hati Kami. Di PHM, unsur musiknya tergolong "oke", tapi belum mencapai level
yang bisa membuat bulu kuduk berdiri seperti karya Zimmer.
Kesimpulan
Project Hail Mary adalah
sajian sci-fi yang
sangat menarik dengan karakter Dr. Grace yang sangat hidup. Kami merasa film
ini punya potensi yang jauh lebih besar jika ceritanya dieksplorasi lebih luas
lagi (mungkin di sekuel?). Secara keseluruhan, ini adalah tontonan wajib bagi
kamu yang menyukai petualangan luar angkasa yang cerdas.
Skor Kami: 8/10
Bagaimana menurut kamu? Apakah Dr. Grace dan Rocky berhasil mencuri
perhatianmu juga, atau kamu tetap tim
Interstellar garis
keras? Tulis pendapat kamu di kolom komentar!
👤
Tim redaksi profesional yang menyajikan berita teknologi, pop-culture, dan gaming terkini.